<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Hey, Cornelius!</title>
	<atom:link href="https://corneliusnando.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://corneliusnando.wordpress.com</link>
	<description>He not sleep, He waiting</description>
	<lastBuildDate>Wed, 19 Mar 2014 23:39:31 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
		<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
		<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='corneliusnando.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>https://secure.gravatar.com/blavatar/ceaa72dd294688712ec4754b545d5705?s=96&#038;d=https%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>Hey, Cornelius!</title>
		<link>https://corneliusnando.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="https://corneliusnando.wordpress.com/osd.xml" title="Hey, Cornelius!" />
	<atom:link rel='hub' href='https://corneliusnando.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
	<item>
		<title>Pulsa gratis</title>
		<link>https://corneliusnando.wordpress.com/2011/04/04/pulsa-gratis/</link>
		<comments>https://corneliusnando.wordpress.com/2011/04/04/pulsa-gratis/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 04 Apr 2011 08:06:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[cornelnando]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Februari 2010]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://corneliusnando.wordpress.com/?p=32</guid>
		<description><![CDATA[http://www.bayumukti.com/pulsa-gratis-asim3xl/<img alt="" border="0" src="https://stats.wordpress.com/b.gif?host=corneliusnando.wordpress.com&#038;blog=20181082&#038;post=32&#038;subd=corneliusnando&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.bayumukti.com/pulsa-gratis-asim3xl/" rel="nofollow">http://www.bayumukti.com/pulsa-gratis-asim3xl/</a></p><br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/corneliusnando.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/corneliusnando.wordpress.com/32/" /></a> <img alt="" border="0" src="https://stats.wordpress.com/b.gif?host=corneliusnando.wordpress.com&#038;blog=20181082&#038;post=32&#038;subd=corneliusnando&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>https://corneliusnando.wordpress.com/2011/04/04/pulsa-gratis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="https://1.gravatar.com/avatar/a26d3acf21102aa3236f228202539449?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">cornelnando</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>U-BOOT</title>
		<link>https://corneliusnando.wordpress.com/2011/02/20/u-boot/</link>
		<comments>https://corneliusnando.wordpress.com/2011/02/20/u-boot/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 20 Feb 2011 10:41:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[cornelnando]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Februari 2010]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://corneliusnando.wordpress.com/?p=28</guid>
		<description><![CDATA[U-Boot (dalam bahasa Inggris disebut sebagai U-boat) singkatan dari Unterseeboot adalah sebutan dari kapal selam Jerman yang menjadi lawan mematikan bagi kapal-kapal sekutu selama Perang Dunia I dan II. Pada PD II tercatat pertempuran laut antara U-Boot melawan kapal-kapal sekutu banyak terjadi di Samudera Atlantik. Dalam bahasa Jerman sendiri, istilah U-Boot berlaku pada semua kapal [&#8230;]<img alt="" border="0" src="https://stats.wordpress.com/b.gif?host=corneliusnando.wordpress.com&#038;blog=20181082&#038;post=28&#038;subd=corneliusnando&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>U-Boot (dalam bahasa Inggris disebut sebagai U-boat) singkatan dari <em>Unterseeboot</em> adalah sebutan dari kapal selam Jerman yang menjadi lawan mematikan bagi kapal-kapal sekutu selama Perang Dunia I dan II. Pada PD II tercatat pertempuran laut antara U-Boot melawan kapal-kapal sekutu banyak terjadi di Samudera Atlantik.</p>
<p>Dalam bahasa Jerman sendiri, istilah U-Boot berlaku pada semua kapal selam militer, tidak  terbatas pada kapal selam militer Jerman saja. Untuk kapal selam  non-militer istilah <em>Tauchboot</em> yang digunakan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<h2>Perang Dunia Pertama</h2>
<p>&nbsp;</p>
<p>Ketertarikan penggunaan kapal selam untuk tujuan perang mulai meningkat dengan digunakannya kapal selam H. L. Hunley tahun 1864 pada Perang Saudara Amerika. Kekaisaran Jerman semula tidak menaruh minat untuk itu. Pada tahun 1897 dilakukan usaha pembuatan kapal selam olah Howaldt di Kiel atas biayanya sendiri yang kemudian pada tahun 1902 dianggap gagal dan  dijadikan besi tua. Satu dasawarsa kemudian pengembangan kapal selam  terutama ditujukan untuk kepentingan militer.</p>
<p>Pada tahun 1902 di Jerman dibuat sebuah purwarupa kapal selam percobaan 200 ton bernama Forelle dan diuji secara intensif. Kapal selam ini menjadi daya tarik  tersendiri dan kemudian dibuat tiga buah kapal selam lagi untuk diekspor  ke Rusia. Setelah dipertimbangkan juga untuk membuat satuan kapal selam militer bagi Jerman yang kemudian diserahkan kepada Gustav Berling untuk merancang dan membuat kapal selam. Berling meminta bantuan galangan kapal Germaniawerft di Kiel. Rancangannya berdasarkan tiga kapal selam sebelumnya yang  diekspor ke Rusia dengan perubahan penting yang menunda penyerahannya.  Baru pada April 1905 pembuatannya dimulai. Pembaruan penting terutama  berhubungan dengan tekanan badan kapal, penyusunan horisontal tabung  torpedo dan motor penggerak yang menggunakan bahan bakar kerosin yang  belum selesai dibuat. Pada 14 Desember 1906 setelah banyak pengujian,  kapal selam Angkatan Laut Kekaisaran Jerman SM U 1 (<em>Seiner Majestät Unterseebot 1</em>) mulai digunakan dalam dinas.</p>
<p>Dengan dimulainya perang dunia pertama, kapal selam mula-mula digunakan sebagai kapal selam dagang (<em>Handels-U-Boot</em>) atau digunakan untuk tujuan-tujuan militer terutama pada angkatan laut Kekaisaran Jerman (juga oleh angkatan laut Inggris).</p>
<p>Kemampuan kapal selam belum benar-benar digunakan pada waktu perang  dunia pertama. Diakibatkan terutama dari sedikitnya baterei dan oksigen  yang dapat di bawa sehingga kapal selam tidak dapat berlama-lama di  dalam air. Ketiadaan perhubungan radio mengakibatkan kapal selam waktu  itu harus melakukan penyerangan sendiri-sendiri. Kebanyakan kapal selam  berlayar tidak terlalu jauh dari pantai dan lebih banyak melakukan  aktivitas sampingan seperti menyebarkan ranjau daripada mentorpedo kapal. Banyak kapten kapal selam lebih menyukai beraksi di permukaan daripada di dalam air.</p>
<p>Bagaimana pun banyak keberhasilan yang dicapai kapal selam selama perang dunia pertama. Hal ini terutama diakibatkan angkatan laut Inggris belum memiliki cara untuk melindungi kapal-kapal dagangnya pada  permulaan perang. Banyak konvoi kapal yang menjadi korban dari serangan  kapal selam. Pada akhirnya pihak sekutu menggunakan bom dalam. Senjata ini menjadi ancaman yang serius bagi kapal selam pada waktu perang dunia kedua.</p>
<p>Aksi U-Boot yang terkenal pada perang dunia pertama adalah aksi penyerangan terhadap kapal RMS Lusitania oleh kapal selam U-20 pada tahun 1915 yang menewaskan 1198 orang<sup>[1]</sup>, 123 sampai 128 orang di antaranya merupakan warga negara Amerika, sehingga Amerika memutuskan untuk ikut berperang di pihak sekutu.</p>
<p>Setelah perang dunia pertama di bawah Perjanjian Versailles, angkatan laut Jerman dibatasi. Di masa ini, terutama di Belanda dan Inggris, teknologi kapal selam mengalami kemajuan yang pesat.</p>
<p>&nbsp;</p>
<h2>Perang Dunia Kedua</h2>
<p>&nbsp;</p>
<p>Pada awal perang dunia kedua, kapal selam Jerman meraih keberhasilan  yang besar walaupun kapal selam yang ada hanya berjumlah 53 unit dengan  keterbatasan teknis dan logistik. Keberhasilan ini menyakinkan Hitler  yang semula skpetis untuk menyetujui program pembangunan kapal selam  yang lebih kuat.</p>
<p>Berdasar pengalaman pada perang dunia pertama, kapal selam dirancang  untuk penyerangan malam di atas permukaan dan masih dilengkapai dengan  baterei berkapasitas rendah menyebabkan kapal selam tidak dapat melaju  dengan cukup cepat di bawah permukaan air. U-Boot Tipe XXI adalah kapal  selam pertama yang dirancang untuk melaju lebih cepat di bawah permukaan  air daripada di atas permukaan dan, dengan snorkel serta kemampuan  untuk melaju dengan sunyi (<em>Schleichfahrt</em>), dapat menyelam lebih lama.</p>
<div>
<div><img src="https://i0.wp.com/upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/9/94/U-Boot-Ehrenmal_M%C3%B6ltenort_3.jpg/150px-U-Boot-Ehrenmal_M%C3%B6ltenort_3.jpg" alt="" width="150" height="208" /></p>
<div>
<div><img src="https://i0.wp.com/bits.wikimedia.org/skins-1.17/common/images/magnify-clip.png" alt="" width="15" height="11" /></div>
<p>Tugu peringatan bagi awak U-Boot yang gugur selama dua perang dunia, Heikendorf bei Kiel (Schleswig-Holstein)</p></div>
</div>
</div>
<p>U-Boot mencapai masa kejayaannya antara tahun 1939-1942 dengan menenggelamkan banyak sekali kapal sekutu sehingga angkatan laut  Inggris sempat diambang kekalahan pada tahun 1942. Baru setelah  ditemukannya radar dan dipecahkannya kode Enigma oleh para ilmuwan sekutu, U-Boot mengalami kemunduran bahkan terbalik dari pemburu bawah laut menjadi yang diburu oleh pesawat anti kapal selam dan kapal perang sekutu. Hampir seluruh U-Boot akhirnya berhasil dikirim ke dasar laut oleh sekutu pada akhir Perang Dunia II.</p>
<div>
<div><img src="https://i0.wp.com/upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/1/19/Uboat_sinking_survivors.png/250px-Uboat_sinking_survivors.png" alt="" width="250" height="202" /></p>
<div>
<div><img src="https://i0.wp.com/bits.wikimedia.org/skins-1.17/common/images/magnify-clip.png" alt="" width="15" height="11" /></div>
<p>Awak U-175 yang berhasil selamat setelah ditenggelamkan oleh USS <em>Spencer</em>, 17 April 1943</div>
</div>
</div>
<h3>Komandan U-Boot yang melegenda selama Perang Dunia II</h3>
<ul>
<li><strong>Otto Kretschmer</strong></li>
</ul>
<p>Dianggap sebagai komandan U-Boot paling sukses dengan menenggelamkan  47 kapal milik sekutu dengan total tonase 274.333 ton dalam kurun waktu  kurang dari 2 tahun (September 1939- Maret 1941). Sepanjang kariernya  Kretschmer memimpin tiga kapal selam U-Boot, yaitu U-35, U-23, dan U-99.  Dijuluki „Otto den Schweigsamen“ atau <em>Silent Otto</em> (karena kepiawaiannya menjalankan U-Boot nyaris tanpa suara) dan mendapat medali khusus <em>Ritterkreuz zum Eisernen Kreuz mit Eichenlaub und Schwertern</em> dari Kriegsmarine.</p>
<p>Otto Kretschmer meninggal dunia pada tanggal 5 Agustus 1998 karena kecelakaan kapal saat merayakan ulang tahun pernikahannya yang ke-50.</p>
<ul>
<li><strong>Wolfgang Lüth</strong></li>
</ul>
<p>Dalam 17 Operasi selama 609 hari di laut dengan U 9, U 138, U 43 dan U 181 menenggelamkan 47 kapal dengan tonase bobot mati 225.755. Bersama Albrecht Brandi menjadi komandan U-Boot yang dianugerahi <em>Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes mit Eichenlaub, Schwertern und Brillanten</em>.</p>
<ul>
<li><strong>Günther Prien</strong></li>
</ul>
<p>Dengan U-Boot 47 nya (U-47), sukses menenggelamkan kapal perang Inggris HMS Royal Oak di pangkalan Scapa Flow pada tanggal 14 Oktober 1939.  Hasil ini dianggap sangat brilian karena berhasil menerobos masuk ke  dermaga yang sangat dijaga ketat oleh Angkatan Laut Inggris, kemudian  kembali dengan selamat ke Jerman. Dilaporkan Hitler sendiri yang  menyematkan medali <em>Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes</em> pada Günther Prien. Total ia telah menenggelamkan lebih dari 30 kapal milik sekutu dengan total tonase sekitar 200.000.</p>
<p>U-47 dinyatakan hilang pada tanggal 7 Maret 1941 dan sampai dengan hari ini, tidak penjelasan yang rinci tentang apa yang terjadi pada U-47 beserta 45 orang awaknya.</p>
<div>
<div>
<div>
<div><img src="https://i0.wp.com/bits.wikimedia.org/skins-1.17/common/images/magnify-clip.png" alt="" width="15" height="11" /></div>
<p>U-47</p></div>
</div>
</div>
<ul>
<li><strong>Erich Topp</strong></li>
</ul>
<p>Total 34 kapal dengan tonase bobot mati 200.000 yang berhasil ditenggelamkan. Mendapatkan penganugerahan <em>Ritterkreuz zum Eisernen </em><em>Kreuz mit Eichenlaub und Schwertern</em>.</p>
<p><img src="https://i0.wp.com/upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/3/32/U-47.jpg/300px-U-47.jpg" alt="" width="300" height="78" /></p><br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/corneliusnando.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/corneliusnando.wordpress.com/28/" /></a> <img alt="" border="0" src="https://stats.wordpress.com/b.gif?host=corneliusnando.wordpress.com&#038;blog=20181082&#038;post=28&#038;subd=corneliusnando&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>https://corneliusnando.wordpress.com/2011/02/20/u-boot/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="https://1.gravatar.com/avatar/a26d3acf21102aa3236f228202539449?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">cornelnando</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/9/94/U-Boot-Ehrenmal_M%C3%B6ltenort_3.jpg/150px-U-Boot-Ehrenmal_M%C3%B6ltenort_3.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://bits.wikimedia.org/skins-1.17/common/images/magnify-clip.png" medium="image" />

		<media:content url="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/1/19/Uboat_sinking_survivors.png/250px-Uboat_sinking_survivors.png" medium="image" />

		<media:content url="http://bits.wikimedia.org/skins-1.17/common/images/magnify-clip.png" medium="image" />

		<media:content url="http://bits.wikimedia.org/skins-1.17/common/images/magnify-clip.png" medium="image" />

		<media:content url="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/3/32/U-47.jpg/300px-U-47.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Kehadiran Nazi di Indonesia yang Terlupakan</title>
		<link>https://corneliusnando.wordpress.com/2011/02/20/kehadiran-nazi-di-indonesia-yang-terlupakan/</link>
		<comments>https://corneliusnando.wordpress.com/2011/02/20/kehadiran-nazi-di-indonesia-yang-terlupakan/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 20 Feb 2011 10:32:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[cornelnando]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Februari 2010]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://corneliusnando.wordpress.com/?p=26</guid>
		<description><![CDATA[BERKECAMUKNYA Perang Dunia II Teater Asia-Pasifik, yang terjadi di Indonesia, diwarnai kehadiran pasukan Nazi Jerman. Aksi mereka dilakukan usai menyerahnya Belanda kepada Jepang di Kalijati, Subang, 8 Maret tahun 1942, atau 64 tahun silam. Namun, kehadiran Nazi Jerman ke Indonesia seakan terlupakan dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia. Kehadiran pasukan Nazi Jerman di Indonesia, secara umum [&#8230;]<img alt="" border="0" src="https://stats.wordpress.com/b.gif?host=corneliusnando.wordpress.com&#038;blog=20181082&#038;post=26&#038;subd=corneliusnando&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><em>BERKECAMUKNYA  Perang Dunia II Teater Asia-Pasifik, yang terjadi di Indonesia,  diwarnai kehadiran pasukan Nazi Jerman. Aksi mereka dilakukan usai  menyerahnya Belanda kepada Jepang di Kalijati, Subang, 8 Maret tahun  1942, atau 64 tahun silam. Namun, kehadiran Nazi Jerman ke Indonesia seakan terlupakan dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia.</em></p>
<p>Kehadiran pasukan Nazi Jerman di Indonesia, secara umum melalui aksi sejumlah kapal selam <em>(u-boat/u-boote)</em> di Samudra Hindia, Laut Jawa, Selat Sunda, Selat Malaka, pada kurun  waktu tahun 1943-1945. Sebanyak 23 u-boat mondar-mandir di perairan  Indonesia, Malaysia, dan Australia, dengan pangkalan bersama Jepang, di  Jakarta, Sabang, dan Penang, yang diberangkatkan dari daerah pendudukan  di Brest dan Bordeaux <em>(Prancis)</em> Januari-Juni 1943.</p>
<p>Beroperasinya sejumlah u-boat di kawasan Timur Jauh, merupakan perintah  Fuehrer Adolf Hitler kepada Panglima Angkatan Laut Jerman <em>(Kriegsmarine),</em> Admiral Karl Doenitz. Tujuannya, membuka blokade lawan, juga membawa  mesin presisi, mesin pesawat terbang, serta berbagai peralatan industri  lainnya, yang dibutuhkan &#8220;kawan sejawatnya&#8221;, Jepang yang sedang  menduduki Indonesia dan Malaysia. Sepulangnya dari sana, berbagai kapal  selam itu bertugas mengawal kapal yang membawa &#8220;oleh-oleh&#8221; dari  Indonesia dan Malaysia, hasil perkebunan berupa karet alam, kina,  serat-seratan, dll., untuk keperluan industri perang Jerman di Eropa.</p>
<p>Pada awalnya, kapal selam Jerman yang ditugaskan ke Samudra Hindia  dengan tujuan awal ke Penang berjumlah 15 buah, terdiri U-177, U-196,  U-198, U-852, U-859, U-860, U-861, U-863, dan U-871 <em>(semuanya dari Type IXD2)</em>, U-510, U-537, U-843 <em>(Type IXC)</em>, U-1059 dan U-1062 <em>(Type VIIF)</em>. Jumlahnya kemudian bertambah dengan kehadiran U-862 <em>(Type IXD2)</em>, yang pindah pangkalan ke Jakarta.</p>
<p>Ini disusul U-195 <em>(Type IXD1)</em> dan U-219 <em>(Type XB)</em>, yang mulai menggunakan Jakarta  sebagai pangkalan pada Januari 1945. Sejak itu, berduyun-duyun kapal  selam Jerman lainnya yang masih berpangkalan di Penang dan Sabang ikut  pindah pangkalan ke Jakarta, sehingga Jepang kemudian memindahkan kapal selamnya ke Surabaya.</p>
<p>Adalah U-862 yang dikomandani Heinrich Timm, yang tercatat paling sukses beraksi di wilayah Indonesia. Berangkat dari Jakarta dan kemudian selamat pulang ke tempat asal, untuk menenggelamkan kapal Sekutu di Samudra Hindia, Laut Jawa, sampai Pantai Australia.</p>
<p>Nasib sial nyaris dialami U-862 saat bertugas di permukaan wilayah  Samudra Hindia. Gara-gara melakukan manuver yang salah, kapal selam itu  nyaris mengalami &#8220;senjata makan tuan&#8221;, dari sebuah torpedo jenis homming  akustik T5/G7 Zaunkving yang diluncurkannya. Untungnya, U-862 buru-buru  menyelam secara darurat, sehingga torpedo itu kemudian meleset.</p>
<p>Usai Jerman menyerah kepada pasukan Sekutu, 6 Mei 1945, U-862 pindah pangkalan dari Jakarta  ke Singapura. Pada Juli 1945, U-862 dihibahkan kepada AL Jepang, dan  berganti kode menjadi I-502. Jepang kemudian menyerah kepada Sekutu,  Agustus tahun yang sama. Riwayat U-862 berakhir 13 Februari 1946 karena  dihancurkan pasukan Sekutu di Singapura. Para awak U-862 sendiri semuanya selamat dan kembali ke tanah air mereka beberapa tahun usai perang.</p>
<p><em>Dilindungi pribumi<br />
</em><br />
Usai Jerman menyerah kepada Sekutu di Eropa pada 8 Mei 1945, berbagai  kapal selam yang masih berfungsi, kemudian dihibahkan kepada AL Jepang  untuk kemudian dipergunakan lagi, sampai akhirnya Jepang takluk pada 15  Agustus 1945 usai dibom nuklir oleh Amerika.</p>
<p>Setelah peristiwa itu, sejumlah tentara Jerman yang ada di Indonesia menjadi luntang-lantung tidak punya kerjaan. Orang-orang Jerman mengambil inisiatif agar dapat dikenali pejuang Indonesia  dan tidak keliru disangka orang Belanda. Caranya, mereka membuat tanda  atribut yang diambil dari seragamnya dengan menggunakan lambang Elang  Negara Jerman pada bagian lengan baju mereka.</p>
<p>Para tentara Jerman yang tadinya berpangkalan di Jakarta dan Surabaya, pindah bermukim ke Perkebunan Cikopo, Kec. Megamendung, Kab. Bogor. Mereka semua kemudian menanggalkan seragam mereka dan hidup sebagai &#8220;warga sipil&#8221; di sana.</p>
<p>Pengamat sejarah militer Jerman di Indonesia, Herwig Zahorka,  mengisahkan, pada awal September 1945 sebuah Resimen Ghurka-Inggris di  bawah komandan perwira asal Skotlandia datang ke Pulau Jawa. Mereka  kaget menemukan tentara Jerman di Perkebunan Cikopo.</p>
<p>Sang komandan bertanya kepada Mayor Angkatan Laut Jerman, Burghagen yang menjadi kokolot di sana, untuk mencari tempat penampungan di Bogor.</p>
<p>Menggunakan 50 truk eks pasukan Jepang, orang-orang Jerman di  Perkebunan Cikopo itu dipindahkan ke tempat penampungan di Bogor. Namun  mereka harus kembali mengenakan seragam mereka, memegang senjata yang  disediakan pasukan Inggris, untuk melindungi tempat penampungan yang  semula ditempati orang-orang Belanda.</p>
<p>Saat itu, menurut dia, di  tempat penampungan banyak orang Belanda yang mengeluh, karena mereka  &#8220;dijaga&#8221; oleh orang Jerman. &#8220;Pada malam hari pertama menginap, langsung  terjadi saling tembak namun tak ada korban. Ternyata,orang-orang Indonesia  menyangka orang Jerman telah tertangkap oleh pasukan.Sekutu, dan mereka  berusaha membebaskan orang-orang Jerman itu,&#8221; kata Zahorka.</p>
<p>Setelah peristiwa itu, Inggris menyerahkan sekira 260 tentara Jerman  kepada Belanda yang kemudian ditawan di Pulau Onrust, Kepulauan Seribu.</p>
<p>Tercatat pula, beberapa tentara Jerman melarikan diri dari Pulau  Onrust, dengan berenang menyeberang ke pulau lain. Di antaranya, pilot  pesawat angkatan laut bernama Werner dan sahabatnya Lvsche dari U-219.</p>
<p>Selama pelarian, mereka bergabung dengan pejuang kemerdekaan Indonesia  di Pulau Jawa, bekerja sama melawan Belanda yang ingin kembali menjajah.  Lvsche kemudian meninggal, konon akibat kecelakaan saat merakit  pelontar api</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><em>Arca Domas, Kenangan Tentara Jerman di Indonesia<br />
</em><br />
JIKA ditempuh dari jalan raya Cikopo Selatan, perlu waktu sekira  setengah jam untuk sampai ke lokasi makam di Kampung Arca Domas, Desa  Sukaresmi, Kec. Megamendung, Kab. Bogor. Akan tetapi, kendaraan harus &#8220;berjibaku&#8221; dulu menempuh jalan berbatu tanpa aspal dengan jurang di satu sisi.</p>
<p>MAKAM sepuluh orang angkatan laut Nazi Jerman, dua di antaranya awak  kapal selam U-195 dan U-196, di Kampung Arca Domas Desa Sukaresmi Kab. Bogor,  menjadi saksi bisu kehadiran pasukan Nazi Jerman di Indonesia pada  Perang Dunia II. *KODAR SOLIHAT/&#8221;PR&#8221; Anehnya, tidak banyak warga  setempat yang tahu keberadaan makam tentara Jerman tersebut. Mereka  hanya tahu ada tempat pemakaman di ujung jalan. Padahal, di tempat  terpencil itu terbaring jasad sepuluh tentara Angkatan Laut Nazi Jerman <em>(Kriegsmarine)</em> yang meninggal di Indonesia, sesaat setelah Jepang menyerah pada Sekutu, Agustus 1945.</p>
<p>Luas areal pemakaman yang diteduhi pohon kamboja itu, kira-kira 300  meter persegi. Sekeliling makam ditumbuhi tanaman pagar setinggi satu  meter. Pintu masuknya dihalangi pagar bambu. Dekat pintu masuk, berdiri  tugu peringatan Deutscher Soldatenfriedhof yang dibangun Kedubes  Republik Federal Jerman di Jakarta untuk menghormati prajurit Jerman  yang gugur.</p>
<p>Mereka adalah Komandan U-195 Friederich Steinfeld  dan awak U-195, Dr Heinz Haake. Lainnya adalah pelaut Jerman, Willi  Petschow, W. Martens, Wilhelm Jens, Hermann Tangermann, Willi Schlummer,  Schiffszimmermann <em>(tukang kayu kapal laut)</em> Eduard Onnen. Dua nisan terpisah adalah makam tentara tidak dikenal <em>(Unbekannt).</em></p>
<p>Makam itu terletak di lahan Afdeling Cikopo Selatan II Perkebunan Gunung Mas. Dahulu, makam itu dirawat PT Perkebunan XII <em>(kini PT Perkebunan Nusantara VIII)</em> selaku pengelola Perkebunan Gunung Mas, namun sejak beberapa tahun  terakhir perawatan makam dibiayai pemerintah Jerman. Lahan yang  bersebelahan dengan makam tadinya areal tanaman teh dan kina. Akan  tetapi, tanaman tersebut habis dijarah, beberapa tahun lalu.</p>
<p>Pengamat sejarah militer Jerman di Indonesia, Herwig Zahorka yang  dihubungi &#8220;PR&#8221;, mengatakan, Letnan Friederich Steinfeld meninggal di  Surabaya akibat disentri dan kurang gizi saat ditawan Sekutu. Keterangan  ini diperoleh dari mantan awak U-195 yang bermukim di Austria, Peter  Marl <em>(82tahun)</em> dan mantan awak U-195 lainnya, Martin Mueller yang datang ke makam tahun 1999.</p>
<p>Sedangkan Letnan Satu Laut Willi Schlummer dan Letnan Insinyur Wilhelm Jens, tewas dibunuh pejuang kemerdekaan Indonesia dalam Gedung Jerman di Bogor, 12 Oktober 1945. Kemungkinan, mereka disangka orang Belanda apalagi aksen bahasanya mirip.</p>
<p>Letnan Laut W. Martens terbunuh dalam perjalanan kereta api dari Jakarta ke Bogor.  Kopral Satu Willi Petschow meninggal 29 September, karena sakit saat di  Perkebunan Cikopo, serta Letnan Kapten Herman Tangermann meninggal  karena kecelakaan pada 23 Agustus tahun yang sama.</p>
<p>&#8220;Kendati saat itu terjadi salah sasaran karena disangka orang Belanda, namun kemudian banyak orang Indonesia  mengenali ternyata mereka orang Jerman. Ini kemudian menjadikan  hubungan tersebut menjadi persaudaraan,&#8221; kata Zahorka, pensiunan  direktur kehutanan Jerman, yang bermukim di Bogor dan menikahi wanita Indonesia.</p>
<p>Mengenai keberadaan dua arca di makam tersebut, Zahorka mengatakan,  arca-arca itu sengaja disimpan sebagai penghormatan kepada budaya warga  setempat.</p>
<p>Warga Kampung Arca Domas, Abah Sa&#8217;ad <em>(76 th)</em>,  seorang saksi hidup peristiwa penguburan tentara Jerman di kampungnya,  Oktober 1945. Saat itu, usianya 15 tahun. Ia ingat, prosesi pemakaman  dilakukan puluhan tentara Nazi Jerman secara kemiliteran. Peristiwa itu  mengundang perhatian warga.</p>
<p>&#8220;Waktu itu, masyarakat tidak boleh  men-dekat. Dari kejauhan, tampak empat peti mati diusung tentara Jerman,  serta sebuah kendi yang katanya berisi abu jenazah. Tentara Jerman itu  berpakaian putih, dengan dipimpin seorang yang tampaknya komandan mereka  karena menggunakan topi pet,&#8221; tuturnya.</p>
<p>Sepengetahuan Abah  Sa&#8217;ad, mulanya, makam tentara Jerman itu hanya ditandai nisan salib  biasa, sampai kemudian ada yang memperbaiki makam itu seperti sekarang.</p>
<p>Keasrian dan kebersihan makam tersebut tidak lepas dari peran penunggu makam, Mak Emma <em>(65)</em> yang dibiayai Kedubes Jerman dua kali setahun. &#8221; Biasanya, setiap tahun  ada warga Jerman yang menjenguk makam pahlawan negaranya itu,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Namun, dia kurang tahu sejarah makam itu karena baru diboyong suaminya  (pensiunan karyawan Perkebunan Gunung Mas) 10 tahun lalu. Ia meneruskan  pekerjaan suaminya (alm.) menjadi kuncen.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Jakarta</strong><strong> Pernah Disinggahi Senjata Nuklir</p>
<p></strong></p>
<p><em>U-195 dan U-219 Nyaris Ubah Sejarah</em></p>
<p>DARI berbagai kapal selam Jerman yang beraksi di Indonesia adalah U-195  dan U-219 yang bisa mengubah sejarah di Asia-Pasifik, jika Jerman dan  Jepang tidak keburu kalah. Kedua kapal selam itu membawa uranium dan  roket Nazi Jerman, V-2, dalam keadaan terpisah ke Jakarta, untuk  dikembangkan pada projek senjata nuklir pasukan Jepang di bawah pimpinan  Jenderal Toranouke Kawashima.</p>
<p>Ini merupakan langkah Jerman  membantu Jepang, yang berlomba dengan Amerika Serikat dalam membuat  senjata nuklir untuk memenangkan Perang Dunia II di Kawasan Asia-Pasifik. Rencananya, projek senjata nuklir Jepang untuk ditembakkan ke wilayah Amerika Serikat.</p>
<p>Kapal selam U-195 tiba di Jakarta  pada 28 Desember 1944 dan U-219 pada 11 Desember 1944. Richard Besant  dalam bukunya berjudul Stalin&#8217;s Silver dan Robert K Wilcox dalam Japan&#8217;s  Secret War, hanya menyebutkan, kedua kapal selam itu membawa total 12  roket V-2 dan uranium ke Jakarta.</p>
<p>Namun, berbagai catatan tentang diangkutnya uranium dan roket V-2 untuk Jepang itu melalui Indonesia, hanya berhenti sampai ke Jakarta. Seiring menyerahnya Jerman kepada pasukan Sekutu di Eropa pada 8 Mei 1945, keberadaannya tidak jelas lagi.</p>
<p>Sementara itu, projek senjata nuklir Jepang di Hungnam, bagian utara Korea,  sudah menguji senjata nuklirnya sepekan lebih cepat dari Amerika  Serikat. Namun Jepang kesulitan melanjutkan pengembangan, karena untuk  material pendukung harus menunggu dari Jerman.</p>
<p>Kapal selam  U-195 dan U-219 kemudian dihancurkan pasukan sekutu, saat keduanya sudah  berpindah tangan ke Angkatan Laut Jepang. Sebagian awak U- 95 sendiri,  ada yang kemudian meninggal dan dimakamkan di Indonesia.</p>
<p>Kapal U-195 <em>(Type IXD1)</em> dikomandani Friedrich Steinfeld, selama tugasnya sukses menenggelamkan  dua kapal sekutu total bobot mati 14.391 GRT dan merusak sebuah kapal  lainnya yang berbobot 6.797 GRT. Kapal selam itu kemudian dihibahkan ke  AL Jepang di Jakarta pada Mei 1945 dan berubah menjadi I-506 pada 15  Juli 1945. Kapal ini kemudian dirampas Pasukan Sekutu di Surabaya pada  Agustus 1945 lalu dihancurkan tahun 1947.</p>
<p>Sedangkan U-219 <em>(Type XB)</em> dikomandani Walter Burghagen, yang selama aksinya belum pernah  menenggelamkan kapal musuh. Kapal selam ini kemudian dihibahkan ke AL  Jepang di Jakarta, lalu pada 8 Mei 1945 berubah menjadi I-505. Usai  Jepang menyerah Agustus 1945, I-505 dirampas Pasukan Sekutu lalu  dihancurkan di Selat Sunda oleh Angkatan Laut Inggris pada tahun 1948.</p>
<p>Kisah aksi tugas kapal selam Jerman selama perang Dunia II juga menjadi  ilham dibuatnya film berjudul &#8220;Das-Boot,&#8221; yang dirilis di Jerman tahun  1981. Salah satu nara  sumber autentik mengenai kehidupan para awak u-boat, adalah mantan  perwira pertama dari U-219, Hans Joachim Krug, yang kemudian menjadi  konsultan film itu.</p>
<p>Tak heran, pada film berdurasi 145 menit  tersebut, para awak kapal selam Jerman tergambarkan secara autentik.  Pergi berpenampilan rapi namun pulang dalam keadaan dekil, maklum saja  karena berhari-hari bahkan berminggu-minggu di dalam air, mereka jarang  mandi sehingga janggut, kumis, dan rambut pun cepat tumbuh.</p>
<p><em>U-234<br />
</em><br />
Sementara itu, pada jalur pelayaran lain, U-234 yang juga dari Type XB  berangkat menuju Jepang melalui Lautan Artik menjelang Mei 1945. Kapal  selam itu juga mengangkut komponen roket V2 dan 500 kg uranium untuk  projek nuklir pasukan Jepang, serta membawa pesawat tempur jet Me262.</p>
<p>Kapal U-234 membawa Jenderal Angkatan Udara Jerman <em>(Luftwaffe)</em>,  sejumlah rancangan senjata paling mutakhir Jerman saat itu, serta dua  orang perwira Jepang. Selama perjalanan, sejumlah kapal perang dan  pesawat Sekutu mencoba menenggelamkan U-234.</p>
<p>Usai Jerman  menyerah, 8 Mei 1945, sejumlah awak U-234 memutuskan menyerah kepada  pasukan Amerika Serikat. Dari sini cerita berkembang, pasukan Amerika  mendapati kapal selam itu membawa uranium yang kemudian digunakan untuk  projek Manhattan dalam produksi bom nuklir mereka.</p>
<p>Muncul kemudian spekulasi, bom nuklir yang berbahan uranium dari U-234 itu, kemudian digunakan Amerika untuk mengebom Nagasaki dan Hiroshima Jepang pada Agustus 1945.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><em>Misteri Hilangnya U-196 di Laut Kidul<br />
</em><br />
DARI sejumlah kapal selam Jerman yang beraksi di perairan Indonesia, adalah U-196 yang masih menyimpan misteri keberadaannya.</p>
<p>Sampai kini, nasib kapal selam Type IXD2 itu hanya dikabarkan hilang di Laut Kidul <em>(sebutan lain untuk bagian selatan Samudra Hindia)</em>.</p>
<p>Berbagai catatan resmi u-boat di Jerman, U-196 dinyatakan hilang  bersama seluruh 65 awaknya di lepas pantai Sukabumi sejak 1 Desember  1944. Sehari sebelumnya, kapal selam yang dikomandani Werner Striegler  itu, diduga mengalami nasib nahas saat menyelam.</p>
<p>Kapal selam U-196 meninggalkan Jakarta  pada 29 November 1944, namun kemudian tak diketahui lagi posisi  terakhir mereka selepas melintas Selat Sunda. Pesan rutin terakhir kapal  selam itu pada 30 November 1944 hanya &#8220;mengabarkan&#8221; terkena ledakan  akibat membentur ranjau laut lalu tenggelam.</p>
<p>Namun dari ketidakjelasan nasib para awak U-196, ada satu nama yang dinyatakan meninggal di Indonesia. Ia adalah Letnan Dr. Heinz Haake yang makamnya ada di Kampung Arca Domas Bogor, bersama sembilan tentara Nazi Jerman lainnya.</p>
<p>Minim catatan mengapa jasad Haake dapat dimakamkan di sana, sedangkan rekan-rekannya yang lain tak jelas nasibnya. Hanya kabarnya, ia dimakamkan atas permintaan keluarganya.</p>
<p>Selama kariernya, U-196 pernah mencatat prestasi saat masih dipimpin  komandan sebelumnya, Friedrich Kentrat. Kapal selam itu melakukan tugas  patroli terlama di kedalaman laut selama 225 hari, mulai 13 Maret s.d.  23 Oktober 1943. Kapal tersebut menenggelamkan tiga kapal musuh dengan  total bobot 17.739 GRT.</p>
<p>Posisi Friedrich Kentrat kemudian digantikan Werner Striegler <em>(mantan komandan U-IT23)</em> sejak 1 Oktober 1944, sampai kemudian U-196 mengalami musibah sebulan kemudian.</p>
<p>Kendati demikian, sebagian pihak masih berspekulasi atas tidak jelasnya  nasib sebagian besar awak U-196. Walau secara umum mereka dinyatakan  ikut hilang bersama kapal selam itu di Laut Kidul, namun ada yang  menduga sebagian besar selamat.</p>
<p>Konon, kapal ini datang ke Amerika Selatan kemudian sebagian awaknya bermukim di Iqueque, Chile. Dari sini pun, tak jelas lagi apakah U-196 akhirnya benar-benar beristirahat di sana, apakah kemudian kapal selam itu ditenggelamkan atau dijual ke tukang loak sebagai besi tua, dll.</p>
<p>Seseorang yang mengirimkan e-mail dari Inggris, yang dikirimkan 14  Oktober 2004, masih mencari informasi yang jelas tentang keberadaan  nasib awak U-196. Ia menduga, U-196 sebenarnya tidak mengalami  kecelakaan terkena ranjau di sekitar Selat Sunda dan Laut Kidul,  sedangkan para awaknya kemudian menetap di Cile.</p>
<p>Keyakinannya diperoleh setelah membaca sebuah surat  kabar di Cile, sejumlah awak kapal selam Jerman telah berkumpul di  Iqueque pada tahun 1945. Mereka tiba bersamaan dengan kapal penjelajah  Almirante Latorre, yang mengawal mereka selama perjalanan dari Samudra  Hindia. Di bawah perlindungan kapal penjelajah itu, kapal selam tersebut  beberapa kali bersembunyi di perairan sejumlah pulau, sebelum akhirnya  berlabuh di Pantai Selatan Cile.</p>
<p>Yang menimbulkan pertanyaan  dirinya, mengapa setelah tiba di Cile, tak ada seorang pun awaknya  pulang ke Jerman atau mencoba bergabung kembali dengan kesatuan mereka.  Ini ditambah, minimnya kabar selama 50 tahun terakhir yang seolah-olah  &#8220;menggelapkan&#8221; kejelasan nasib U-196, dibandingkan berbagai u-boat  lainnya yang sama-sama beraksi di Indonesia.</p>
<p>Entahlah, kalau saja Dr. Heinz Haake masih hidup dan menjadi warga Negara Indonesia, mungkin ia dapat menceritakan peristiwa yang sebenarnya menimpa U-196</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>sumber : <a href="http://permenkaretmolor.multiply.com/journal/item/86/Kehadiran_Nazi_di_Indonesia_yang_Terlupakan" rel="nofollow">http://permenkaretmolor.multiply.com/journal/item/86/Kehadiran_Nazi_di_Indonesia_yang_Terlupakan</a></p><br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/corneliusnando.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/corneliusnando.wordpress.com/26/" /></a> <img alt="" border="0" src="https://stats.wordpress.com/b.gif?host=corneliusnando.wordpress.com&#038;blog=20181082&#038;post=26&#038;subd=corneliusnando&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>https://corneliusnando.wordpress.com/2011/02/20/kehadiran-nazi-di-indonesia-yang-terlupakan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="https://1.gravatar.com/avatar/a26d3acf21102aa3236f228202539449?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">cornelnando</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ancam Gulingkan Presiden, FPI Makar</title>
		<link>https://corneliusnando.wordpress.com/2011/02/20/ancam-gulingkan-presiden-fpi-makar/</link>
		<comments>https://corneliusnando.wordpress.com/2011/02/20/ancam-gulingkan-presiden-fpi-makar/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 20 Feb 2011 10:29:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[cornelnando]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Februari 2010]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://corneliusnando.wordpress.com/?p=24</guid>
		<description><![CDATA[JAKARTA, KOMPAS.com — Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Endriartono Sutarto menilai Front Pembela Islam (FPI) telah berlaku makar karena telah mengancam menggulingkan presiden. Ancaman itu dinilai tidak bisa ditolelir dan harus mendapatkan sanksi tegas. &#8220;Tidak boleh sesuatu atau apa pun untuk mengancam presiden atau pemerintah. Itu makar,&#8221; ucap Endriartono, Kamis (17/2/2011) di Jakarta. Ia ditemui [&#8230;]<img alt="" border="0" src="https://stats.wordpress.com/b.gif?host=corneliusnando.wordpress.com&#038;blog=20181082&#038;post=24&#038;subd=corneliusnando&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><strong></strong><img class="alignnone" src="https://i0.wp.com/kcdn1.stat.k.kidsklik.com/data/photo/2010/10/20/2155385620X310.jpg" alt="" width="600" height="310" /><strong></strong></p>
<p><strong>JAKARTA, KOMPAS.com </strong>— Mantan Panglima TNI Jenderal  (Purn) Endriartono Sutarto menilai Front Pembela Islam (FPI) telah  berlaku makar karena telah mengancam menggulingkan presiden. Ancaman itu  dinilai tidak bisa ditolelir dan harus mendapatkan sanksi tegas.</p>
<p>&#8220;Tidak  boleh sesuatu atau apa pun untuk mengancam presiden atau pemerintah.  Itu makar,&#8221; ucap Endriartono, Kamis (17/2/2011) di Jakarta. Ia ditemui  seusai diskusi bedah buku catatan jurnalistik karya Gerson Poyk berjudul  <em>Keliling Indonesia dari Era Bung Karno sampai SBY</em>.</p>
<p>Pria  yang pernah mengenakan seragam dengan empat bintang di pundak itu  mengatakan, sesuatu organisasi masyarakat sebaiknya dibubarkan jika  aparat memiliki bukti aktivitas ormas itu telah mengganggu ketenteraman  masyarakat. Karena itu, ia mengharapkan pemerintah dan aparat keamanan  berlaku tegas dan tidak mentolelir setiap bentuk kekerasan dan  ancaman-ancaman yang menimbulkan ketakutan di masyarakat.</p>
<p>Seperti  diberitakan beberapa waktu lalu, Front Pembela Islam (FPI) mengancam  akan menggulingkan Presiden. Ini terkait pernyataan tegas Presiden  Susilo Bambang Yudhoyono mengenai pembubaran ormas anarki tak bermutu.</p><br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/corneliusnando.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/corneliusnando.wordpress.com/24/" /></a> <img alt="" border="0" src="https://stats.wordpress.com/b.gif?host=corneliusnando.wordpress.com&#038;blog=20181082&#038;post=24&#038;subd=corneliusnando&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>https://corneliusnando.wordpress.com/2011/02/20/ancam-gulingkan-presiden-fpi-makar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="https://1.gravatar.com/avatar/a26d3acf21102aa3236f228202539449?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">cornelnando</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://kcdn1.stat.k.kidsklik.com/data/photo/2010/10/20/2155385620X310.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>HEY EVERYBODY!!</title>
		<link>https://corneliusnando.wordpress.com/2011/02/18/hey-everybody/</link>
		<comments>https://corneliusnando.wordpress.com/2011/02/18/hey-everybody/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 18 Feb 2011 15:27:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[cornelnando]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Februari 2010]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://corneliusnando.wordpress.com/?p=18</guid>
		<description><![CDATA[hey everybody!!! saya baru di wordpress.com saya mohn bimbingannya&#8230;. semoga saya beruntung!!<img alt="" border="0" src="https://stats.wordpress.com/b.gif?host=corneliusnando.wordpress.com&#038;blog=20181082&#038;post=18&#038;subd=corneliusnando&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>hey everybody!!!</p>
<p>saya baru di wordpress.com</p>
<p>saya mohn bimbingannya&#8230;.</p>
<p>semoga saya beruntung!!</p><br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/corneliusnando.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/corneliusnando.wordpress.com/18/" /></a> <img alt="" border="0" src="https://stats.wordpress.com/b.gif?host=corneliusnando.wordpress.com&#038;blog=20181082&#038;post=18&#038;subd=corneliusnando&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>https://corneliusnando.wordpress.com/2011/02/18/hey-everybody/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="https://1.gravatar.com/avatar/a26d3acf21102aa3236f228202539449?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">cornelnando</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
